"Amerika Serikat (AS), salah satu negara pendiri negara dengan PDB terbesar di dunia, termasuk di antara negara-negara yang gagal melakukan pembayaran," ujarnya.
Setiap anggota membayar "kontribusi yang dinilai" yang berbeda-beda di setiap negara berdasarkan formula kompleks yang mempertimbangkan pendapatan nasional dan populasi.
Baca Juga:
Pastikan Pasokan Listrik Selama Idulfitri Aman, Wamen ESDM Minta Hal Ini ke PLN
Rumusannya berarti bahwa negara-negara kaya membayar lebih banyak. Ini berarti tidak adanya pembayaran dari negara kaya dapat menyebabkan kerugian finansial yang berkepanjangan bagi lembaga itu.
[Redaktur: Alpredo Gultom]