"Amerika Serikat (AS), salah satu negara pendiri negara dengan PDB terbesar di dunia, termasuk di antara negara-negara yang gagal melakukan pembayaran," ujarnya.
Setiap anggota membayar "kontribusi yang dinilai" yang berbeda-beda di setiap negara berdasarkan formula kompleks yang mempertimbangkan pendapatan nasional dan populasi.
Baca Juga:
Konversi PLTD ke PLTS Bisa Hemat Konsumsi Minyak dan Gas Sekaligus Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen, ALPERKLINAS: Pemerintah Top!
Rumusannya berarti bahwa negara-negara kaya membayar lebih banyak. Ini berarti tidak adanya pembayaran dari negara kaya dapat menyebabkan kerugian finansial yang berkepanjangan bagi lembaga itu.
[Redaktur: Alpredo Gultom]