“Transparansi dan partisipasi publik sangat penting. Jika pola kolaboratif ini diperkuat, maka PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia listrik, tetapi sebagai mitra kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Tohom yang juga Mantan Ketua GOVA (Goverment Asset Watch) Sumatera Utara ini mengatakan bahwa gagasan penyaluran bantuan sosial berbasis kebutuhan lapangan harus diperkuat melalui mekanisme evaluasi reguler.
Baca Juga:
Kapasitas PLTS Atap Tembus 538 MWp, ALPERKLINAS Dorong Akselerasi Energi Surya Nasional
“Setiap bantuan harus berdampak. Evaluasi berkala dapat memastikan konsumen benar-benar merasakan manfaat dan program sosial tidak hanya menjadi seremonial,” tegasnya.
Sebelumnya, PLN UP III Flores Timur menyerahkan bantuan 10 titik PJU masing-masing di Desa Ile Pati dan Bugalima, serta instalasi KWh meter untuk ratusan unit hunian sementara bagi warga terdampak bencana di wilayah tersebut.
PLN juga mendistribusikan bantuan logistik seperti beras, selimut, handuk, dan kasur lipat sebagai upaya pemulihan sosial bagi para penyintas.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Keputusan Negara Serahkan PLTA Batang Toru ke PLN
[Redaktur: Mega Puspita]