Aktivitas operasional pembangkit, pemeliharaan infrastruktur, hingga pengembangan jaringan transmisi akan mendorong penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan usaha pendukung.
“Ini berkaitan dengan ekosistem ekonomi yang hidup di sekitarnya,” ujarnya.
Baca Juga:
BPKN RI Gandeng ALPERKLINAS dan UIN Syarif Hidayatullah Gelar Kuliah Umum Perlindungan Konsumen
ALPERKLINAS menilai kapasitas 510 MW dari PLTA Batang Toru juga strategis dalam mendukung agenda transisi energi nasional.
Dengan energi air sebagai sumber energi bersih, ketergantungan pada pembangkit berbasis fosil dapat dikurangi secara signifikan.
“Setiap megawatt energi bersih yang masuk sistem berarti penghematan biaya jangka panjang dan pengurangan beban lingkungan. Dampaknya akan terasa langsung pada keberlanjutan ekonomi nasional,” kata Tohom.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Didapuk Sebagai Narasumber Pada Kuliah Umum di UIN Syarif Hidayatullah yang Digelar BPKN RI
Ia menambahkan, jika dikelola oleh PLN, pemanfaatan daya 510 MW tersebut dapat diintegrasikan secara optimal ke dalam perencanaan sistem nasional.
“PLN memiliki kewenangan dan pengalaman untuk mengatur distribusi daya secara adil, termasuk memastikan daerah-daerah yang selama ini defisit listrik ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Tohom juga menilai kebijakan pemerintah dalam menata ulang pengelolaan aset strategis energi merupakan langkah visioner.