KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mengapresiasi langkah strategis PT PLN (Persero) yang merancang ulang rencana penanganan darurat kelistrikan melalui program baru bertajuk Doomsday Scenario.
Inisiatif ini dinilai sebagai bentuk antisipasi serius terhadap risiko terputusnya transmisi arus listrik akibat bencana alam ekstrem yang semakin sering terjadi, sekaligus mencerminkan pergeseran paradigma PLN dalam menjaga hak konsumen atas layanan listrik yang andal dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Soroti Langkah Visioner PLN Jatim, ALPERKLINAS Sebut VR Energi Hijau Perkuat Transparansi dan Kepercayaan Publik
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menilai kebijakan tersebut sebagai sinyal positif bahwa PLN mulai menempatkan kepentingan konsumen dalam kerangka mitigasi risiko jangka panjang.
“Kami melihat Doomsday Scenario sebagai keberanian institusional untuk mengakui bahwa standar lama sudah tak cukup dalam menghadapi realitas perubahan iklim,” ujar Tohom, Kamis (22/1/2026).
Menurut Tohom, pengalaman bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera yang menyebabkan kerusakan masif pada gardu induk, gardu distribusi, hingga ribuan tiang listrik, harus dibaca sebagai wake-up call nasional.
Baca Juga:
Bantuan 1.000 Genset di Aceh, ALPERKLINAS: Momentum Merancang Sistem Kelistrikan Tahan Bencana
“Ketika backbone transmisi bisa terputus total, maka yang dipertaruhkan bukan hanya aset PLN, tetapi juga keselamatan publik, stabilitas ekonomi daerah, dan kepercayaan konsumen,” tegasnya.
Ia menilai langkah PLN memasukkan skenario terburuk ke dalam contingency master plan sebagai pendekatan visioner yang selama ini jarang dilakukan oleh BUMN sektor utilitas.
“Ini adalah praktik risk governance modern. Negara maju sudah lama mengasumsikan skenario terburuk sebagai titik awal perencanaan, bukan sebagai pengecualian,” kata Tohom.