KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mengapresiasi capaian PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) yang meraih dua penghargaan pada ajang Public Relations Indonesia Award 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan, karena dinilai mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam membangun komunikasi publik yang transparan dan berorientasi pada keberlanjutan.
“Penghargaan ini menunjukkan bahwa transformasi PLN bukan sekadar jargon, melainkan diwujudkan melalui tata kelola komunikasi yang akuntabel dan berpihak pada kepentingan publik,” ujar Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, Sabtu (21/2/2026).
Baca Juga:
Komut PLN EPI Ingatkan Vendor Biomassa Juga Sebagai Pejuang Lingkungan
Ia menilai, keberhasilan PLN EPI meraih Gold Winner untuk kategori Laporan Tahunan Subkategori Sustainability Report dan Silver Winner untuk Program Komunikasi Social Responsibility (SR) menjadi bukti bahwa aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) telah diimplementasikan secara sistematis.
“Dalam perspektif perlindungan konsumen listrik, komunikasi keberlanjutan itu sangat penting karena publik berhak mengetahui bagaimana perusahaan energi mengelola dampak sosial dan lingkungannya,” katanya.
Menurut Tohom, transparansi laporan keberlanjutan bukan hanya kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen strategis untuk membangun kepercayaan jangka panjang di tengah tantangan transisi energi dan tuntutan akuntabilitas publik.
Baca Juga:
Momentum HLN ke-80, PLN EPI dan Timas Suplindo Teken Kontrak Pipa Gas WNTS–Pemping Perkuat Ketahanan Energi Nasional
“Ke depan, perusahaan energi seperti PLN EPI harus menjadi role model dalam menyampaikan data, capaian, sekaligus tantangan secara terbuka sehingga konsumen merasa dilibatkan dalam perjalanan transformasi energi nasional,” tegasnya.
Ia juga menyoroti program EPI Sustaina-Link yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dengan agenda transisi energi, mulai dari Electrifying Agriculture di Gunung Kidul, budidaya maggot dan tanaman multifungsi untuk cofiring biomassa, hingga konservasi terumbu karang di Bau-Bau dan pelatihan barista bagi Karang Taruna di wilayah ring satu perusahaan.
“Pendekatan seperti ini memperlihatkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berbicara soal pasokan energi, tetapi juga tentang dampak ekonomi kerakyatan dan kualitas hidup masyarakat sekitar,” ujarnya.