Tohom menambahkan, dari sudut pandang konsumen listrik nasional, keberhasilan komunikasi strategis PLN EPI akan memperkuat legitimasi sosial perusahaan dalam mendukung agenda bauran energi dan percepatan energi baru terbarukan.
“Reputasi yang dibangun melalui kerja komunikasi profesional akan menjadi modal sosial besar bagi PLN dalam menjaga stabilitas pasokan dan kepercayaan pelanggan,” ucapnya.
Baca Juga:
Komut PLN EPI Ingatkan Vendor Biomassa Juga Sebagai Pejuang Lingkungan
Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas fungsi di tubuh perusahaan, sebagaimana tercermin dalam ajang PRIA, menjadi fondasi penting untuk memastikan setiap program TJSL dan laporan keberlanjutan benar-benar berdampak nyata.
“Ketika komunikasi dikelola dengan etika dan visi jangka panjang, maka reputasi akan mengikuti secara alami karena publik merasakan manfaatnya,” kata Tohom.
Sebelumnya, Founder & CEO PR Indonesia, Asmono Wikan, dalam sambutannya di ajang PRIA menekankan bahwa keberhasilan komunikasi merupakan hasil kerja kolektif para komunikator dalam organisasi dan reputasi dibangun melalui konsistensi serta profesionalisme yang beretika.
Baca Juga:
Momentum HLN ke-80, PLN EPI dan Timas Suplindo Teken Kontrak Pipa Gas WNTS–Pemping Perkuat Ketahanan Energi Nasional
[Redaktur: Mega Puspita]