Selain itu, penerima manfaat juga memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) sebagai bukti bahwa instalasi listrik telah memenuhi standar keselamatan.
Dampak Multidimensi
Baca Juga:
Penguatan Statistik Kelistrikan Nasional Digenjot, ALPERKLINAS: Ini Momentum Reformasi Berbasis Data
Tohom mengungkapkan bahwa manfaat dari listrik tidak bisa diukur hanya dalam bentuk kilowatt-hour semata, melainkan juga menyentuh aspek pendidikan, ekonomi rumah tangga, dan kesehatan.
Anak-anak di rumah bisa belajar lebih baik di malam hari, ibu rumah tangga dapat lebih produktif, dan pelaku usaha kecil bisa mulai merintis bisnis berbasis rumahan.
“Bayangkan keluarga yang sebelumnya hidup dalam gelap, kini bisa menikmati penerangan, kipas angin, bahkan rice cooker. Itu mengubah cara hidup. Di sinilah pentingnya keberpihakan kebijakan,” kata Tohom.
Baca Juga:
Perkuat Literasi Energi Nasional, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Journalist Awards 2025
Lebih lanjut, Tohom memuji kolaborasi antara Kementerian ESDM dan PLN dalam menyukseskan BPBL. Ia menilai, sinergi antar-lembaga ini merupakan contoh ideal dari pelayanan publik yang efisien dan akuntabel.
Namun ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dan pengawasan masyarakat dalam pelaksanaan di lapangan.
“Jika ada pungutan liar atau oknum yang mencoba menyalahgunakan program ini, segera laporkan. Karena listrik gratis untuk masyarakat miskin ini adalah hak, bukan hadiah,” tegasnya.