“Energi panas bumi ini bukan hanya milik investor atau perusahaan besar, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia. Konsumen berhak mendapatkan listrik ramah lingkungan yang terjangkau. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah harus konsisten mengawal agar masyarakat tidak terbebani biaya tinggi dalam proses transisi ini,” tegasnya.
Tohom yang juga salah satu Pendiri Perkumpulan Perlindungan Konsumen Nasional (PPKN) ini menambahkan bahwa peran konsumen sangat penting dalam mendorong perubahan.
Baca Juga:
Konversi PLTD ke PLTS Bisa Hemat Konsumsi Minyak dan Gas Sekaligus Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen, ALPERKLINAS: Pemerintah Top!
“Kesadaran masyarakat untuk mendukung energi hijau harus terus dibangun. Konsumen bisa menjadi agen perubahan yang menuntut penyedia energi lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Sebelumnya, Deputi Director PT Torishima Guna Engineering, R Setia Nugraha, menekankan bahwa kehadiran pihaknya di IIGCE 2025 merupakan bagian dari misi mendukung transisi energi nasional.
“Pompa industri kami telah menjadi bagian penting dari berbagai proyek geothermal nasional. Kami ingin memastikan setiap inovasi teknologi dapat menjawab kebutuhan proyek panas bumi modern di Indonesia,” kata Setia.
Baca Juga:
Perkuat Ekonomi Lokal Sekitar Pembangkit, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Olah 3,44 Juta Ton Abu Sisa Pembakaran Batubara PLTU
[Redaktur: Mega Puspita]