Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, M Fadjroel Rachman, dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Tajikistan, Qohir Rasulzoda, di Dushanbe pada 4 Juni 2025, menyatakan bahwa kerja sama di sektor energi menjadi prioritas utama.
Selain kerja sama energi, pembicaraan juga meliputi potensi investasi Tajikistan senilai 2 miliar dolar AS di sektor alumina, serta rencana pengolahan minyak sawit Indonesia menjadi produk hijau untuk pasar Asia Tengah.
Baca Juga:
Investor China Masuk IKN Bawa Duit Rp1,25 Triliun, Bangun Kawasan Hunian Terpadu
Dubes Fadjroel menegaskan bahwa kolaborasi energi hidro dengan Tajikistan adalah bagian dari implementasi visi Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam hilirisasi, industrialisasi, dan penguatan energi berkelanjutan.
“Pengalaman Tajikistan ini sangat relevan bagi Indonesia,” ujarnya.
Dengan sinergi ini, masa depan energi Indonesia, khususnya di IKN, diyakini akan semakin hijau, berdaulat, dan terjangkau.
Baca Juga:
IKN Dibangun dengan Presisi Tinggi, 115 Paket Konstruksi Jadi Mesin Utamanya
[Redaktur: Mega Puspita]