Menurutnya, tanggung jawab menjaga keselamatan bukan hanya di tangan PLN, melainkan juga para pekerja, pengawas proyek, dan masyarakat di sekitar lokasi.
“Kesadaran kolektif adalah kunci. Jangan sampai karena kelalaian kecil, keluarga harus kehilangan orang yang dicintai,” ucapnya dengan nada prihatin.
Baca Juga:
PLN Ubah 400 Gedung Jadi Pusat Energi Bersih, ALPERKLINAS: Tonggak Baru Kelistrikan Indonesia
Lebih jauh, Tohom mendorong adanya regulasi yang lebih ketat terkait pekerjaan yang bersinggungan dengan jaringan listrik, termasuk sanksi jika pelaporan ke PLN diabaikan.
“Ini bukan untuk mempersulit, tetapi untuk menyelamatkan nyawa. Kasus di Mamuju harus menjadi pelajaran penting agar tidak terulang lagi di daerah lain,” tambahnya.
Sebelumnya, tiga teknisi Telkom tersengat arus listrik saat mendirikan tiang di Desa Bonda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Jumat (26/9/2025) sore.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Langkah PLN Indonesia Power ke Bangladesh Perkuat Peran Indonesia di Sektor Energi Terbarukan
Satu korban bernama Anhar (30), warga Desa Sondoang, meninggal dunia, sementara dua rekannya, Nahrul (32) dan Toton Suwartono (51), mengalami luka serius dan dirawat intensif di puskesmas setempat. Polisi masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]