Tohom yang juga Mantan Ketua FAKTA (Front Anti Kolusi Tanah Air) Sumatera Utara ini mengatakan bahwa transparansi dalam alokasi CSR harus diperkuat agar publik dapat menilai komitmen sosial para perusahaan mitra PLN.
“Keterbukaan sangat penting. Publik berhak tahu perusahaan mana yang benar-benar peduli, dan mana yang hanya menikmati keuntungan dari sistem energi nasional tanpa kontribusi sosial yang memadai,” ujarnya.
Baca Juga:
ESDM Buka-bukaan, Biomassa Ternyata Belum Siap Gantikan Batu Bara
Ia juga menegaskan bahwa fokus CSR sektor energi ke depan harus mengarah pada elektrifikasi desa, peningkatan kualitas instalasi rendah daya, serta edukasi keamanan listrik bagi masyarakat.
“Ini era digital dan transisi energi. Pembangunan jaringan sosial energi adalah fondasi menuju keadilan energi nasional,” tutup Tohom.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]