Ia menambahkan, “Kita tidak bisa lagi mengandalkan energi fosil. Jika Indonesia ingin mandiri energi, maka bendungan-bendungan yang ada harus dioptimalkan sebagai PLTS terapung. Jangan tunggu momentum, jalankan sekarang.”
Lebih jauh, Tohom menegaskan perlunya regulasi yang lebih adaptif agar percepatan pemasangan PLTS terapung di bendungan tidak terhambat birokrasi.
Baca Juga:
Tol Sentul Selatan-Karawang Barat Siap Dibangun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kunci Integrasi Aglomerasi Jabodetabekjur
Ia juga mendorong keterlibatan swasta dan investor internasional agar pembiayaan tidak hanya bergantung pada APBN.
“Kalau pemerintah memberi ruang investasi yang kondusif, saya yakin banyak pihak mau masuk. Teknologi ini tidak lagi mahal, dan manfaatnya jangka panjang,” ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat meninjau Bendungan Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, menegaskan pentingnya pengembangan PLTS terapung.
Baca Juga:
80 Tahun Indonesia Merdeka, Akhirnya Listrik Menerangi Untemungkur Tapteng
AHY menyebut bahwa pemasangan floating solar panel dapat meningkatkan suplai listrik hingga dua kali lipat dari kondisi saat ini, selain tetap mendukung fungsi bendungan sebagai penopang ketahanan air, pangan, dan pariwisata.
[Redaktur: Mega Puspita]