Dengan tarif listrik yang stabil, sektor industri dapat mempertahankan daya saing, sementara pelaku UMKM memiliki ruang lebih untuk berkembang tanpa tekanan biaya energi yang meningkat.
“Ketika tarif listrik tidak naik, maka efek dominonya sangat luas. Konsumen rumah tangga lebih terlindungi, pelaku usaha lebih percaya diri melakukan ekspansi, dan inflasi dapat lebih terkendali. Ini adalah fondasi penting bagi stabilitas ekonomi nasional,” tambahnya.
Baca Juga:
Dukung WFH, ALPERKLINAS: Diskon Tambah Daya 50 Persen Jadi Momentum Adaptasi Konsumsi Listrik Rumah Tangga
Tohom mengungkapkan pentingnya sinergi antara pemerintah, PLN, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan energi.
Ia mengimbau agar masyarakat juga berperan aktif dengan menggunakan listrik secara efisien dan bijak.
Lebih lanjut, ia melihat kebijakan ini sebagai momentum untuk mempercepat transformasi sektor ketenagalistrikan nasional.
Baca Juga:
Listrik Padam Jelang Acara Puncak Perayaan Hari Jadi ke-348, Kota Gunungsitoli Gelap
“Ke depan, kita perlu mendorong diversifikasi energi dan digitalisasi sistem kelistrikan agar efisiensi semakin optimal. PLN sudah berada di jalur yang tepat untuk menjadi tulang punggung transisi energi Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga tarif tetap stabil di tengah fluktuasi parameter ekonomi seperti kurs, harga minyak, dan batubara menunjukkan ketahanan sistem energi nasional yang semakin kuat.
Hal ini juga menjadi sinyal positif bagi investor bahwa Indonesia memiliki kebijakan energi yang adaptif dan kredibel.