Dengan tarif listrik yang stabil, sektor industri dapat mempertahankan daya saing, sementara pelaku UMKM memiliki ruang lebih untuk berkembang tanpa tekanan biaya energi yang meningkat.
“Ketika tarif listrik tidak naik, maka efek dominonya sangat luas. Konsumen rumah tangga lebih terlindungi, pelaku usaha lebih percaya diri melakukan ekspansi, dan inflasi dapat lebih terkendali. Ini adalah fondasi penting bagi stabilitas ekonomi nasional,” tambahnya.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Sebut Listrik Desa PLN Kunci Transformasi Ekonomi Wilayah Terluar
Tohom mengungkapkan pentingnya sinergi antara pemerintah, PLN, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan energi.
Ia mengimbau agar masyarakat juga berperan aktif dengan menggunakan listrik secara efisien dan bijak.
Lebih lanjut, ia melihat kebijakan ini sebagai momentum untuk mempercepat transformasi sektor ketenagalistrikan nasional.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Siaga 24 Jam Petugas PLN Kalsel Demi Keandalan Listrik Idulfitri
“Ke depan, kita perlu mendorong diversifikasi energi dan digitalisasi sistem kelistrikan agar efisiensi semakin optimal. PLN sudah berada di jalur yang tepat untuk menjadi tulang punggung transisi energi Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga tarif tetap stabil di tengah fluktuasi parameter ekonomi seperti kurs, harga minyak, dan batubara menunjukkan ketahanan sistem energi nasional yang semakin kuat.
Hal ini juga menjadi sinyal positif bagi investor bahwa Indonesia memiliki kebijakan energi yang adaptif dan kredibel.