KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mendorong pemerintah bersama PT PLN (Persero) untuk semakin gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi ini dinilai penting, mengingat masih banyak kebiasaan sederhana seperti membiarkan charger tetap terpasang di stopkontak meski tidak digunakan, yang berpotensi menimbulkan risiko serius mulai dari pemborosan energi hingga ancaman kebakaran.
Baca Juga:
Tarif Listrik Tak Naik di Tengah Geopolitik Global, ALPERKLINAS: Kebijakan Tepat dan Berimbang
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa kesadaran masyarakat terhadap keselamatan kelistrikan masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan yang lebih masif dan berkelanjutan.
“Masih banyak masyarakat yang menganggap remeh hal-hal kecil seperti charger yang terus menancap di stopkontak. Padahal, ini bukan hanya soal pemborosan listrik, tapi juga menyangkut keselamatan jiwa dan aset,” ujar Tohom, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, dalam kondisi tertentu, charger yang terus terhubung dengan arus listrik dapat mengalami peningkatan suhu yang berlebihan. Jika dibiarkan dalam jangka waktu lama, kondisi tersebut berpotensi memicu korsleting listrik hingga kebakaran.
Baca Juga:
Demi "Nias Terang", Wali Kota Gunungsitoli Harap Pembangunan PLTMG Segera Dimulai
“Risiko ini nyata. Dalam banyak kasus, kebakaran rumah berawal dari kelalaian kecil terkait penggunaan listrik. Karena itu, edukasi harus menjadi prioritas bersama, baik oleh PLN maupun pemerintah,” katanya.
Tohom juga menyoroti pentingnya literasi energi di tengah meningkatnya penggunaan perangkat elektronik rumah tangga. Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu didorong untuk hemat listrik, tetapi juga memahami prinsip keamanan penggunaan listrik secara benar.
“Literasi energi harus naik kelas. Tidak cukup hanya kampanye hemat listrik, tapi juga bagaimana masyarakat memahami penggunaan listrik yang aman, efisien, dan bertanggung jawab,” ucapnya.