KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif langkah strategis PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) yang menandatangani empat kerja sama jual beli gas dan LNG dalam ajang IPA Convex 2026.
Organisasi tersebut menilai langkah PLN EPI menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memberikan kepastian pasokan listrik bagi masyarakat dan dunia usaha di masa depan.
Baca Juga:
PLN UIP Sulawesi Gelar Upacara Harkitnas ke-118, Perkuat Semangat Kebangkitan Nasional
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba mengatakan keputusan PLN EPI mengamankan kontrak LNG dan gas jangka panjang menunjukkan bahwa PLN kini bergerak dengan paradigma baru sebagai pengelola ekosistem energi nasional yang modern dan adaptif terhadap tantangan global.
“Ini bukan hanya soal transaksi energi, tetapi tentang bagaimana negara membangun kepastian pasokan listrik nasional dalam jangka panjang. PLN sedang membangun fondasi besar agar Indonesia memiliki sistem energi yang kuat, stabil, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan industri maupun masyarakat,” ujar Tohom, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, kontrak LNG hingga tahun 2047 menjadi sinyal bahwa Indonesia mulai mempersiapkan peta jalan energi nasional secara lebih matang di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan tekanan transisi energi global.
Baca Juga:
Data Center Tumbuh di Tangsel, PLN Pastikan Keandalan Sistem untuk Dukung Investasi Digital
“Negara-negara besar saat ini berlomba mengamankan sumber energi primer mereka. Maka langkah PLN EPI mengunci pasokan LNG dan gas jangka panjang adalah keputusan strategis yang sangat progresif karena energi adalah tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Tohom menilai kerja sama PLN EPI dengan berbagai produsen gas juga membuka peluang percepatan pengembangan lapangan migas baru di Indonesia, termasuk di wilayah timur Indonesia seperti Blok Masela.
“Kalau investasi hulu migas tumbuh, maka efek dominonya akan sangat besar. Industri bergerak, lapangan kerja terbuka, daerah penghasil ikut berkembang, dan pada akhirnya konsumen mendapatkan manfaat berupa sistem kelistrikan yang lebih andal,” lanjutnya.