KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menilai keberhasilan PLN UID Banten menjaga keandalan pasokan listrik pada peluncuran operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bukti nyata kapasitas PLN dalam mendukung agenda strategis nasional.
Listrik yang andal, menurut ALPERKLINAS, merupakan fondasi utama bagi tumbuhnya ekonomi kerakyatan yang produktif, berkelanjutan, dan mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat desa.
Baca Juga:
Gerindra Murka, DPRD Jember yang Asyik Merokok dan Ngegame Saat Rapat Terancam Dipecat
"Keandalan listrik bukan hanya persoalan teknis, tetapi merupakan infrastruktur strategis yang menentukan keberhasilan program-program ekonomi rakyat hingga ke tingkat desa," ujar Ketua Umum Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS), KRT Tohom Purba, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Tohom, kehadiran PLN dalam memastikan peluncuran dan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berjalan tanpa gangguan menunjukkan kesiapan perusahaan dalam mendukung agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia menilai program Koperasi Merah Putih akan menjadi penggerak baru ekonomi desa, sehingga membutuhkan pasokan energi yang stabil agar aktivitas usaha, distribusi, dan pelayanan masyarakat berlangsung optimal.
Baca Juga:
Hina Program MBG dan Flexing, ASN Kementerian PU Dipaksa Pulang dari London
"Ketika listrik tersedia secara andal, koperasi dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal yang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya beli masyarakat," katanya.
Tohom menilai langkah PLN UID Banten yang menyiapkan personel siaga, genset, UPS, serta sistem monitoring menyeluruh menunjukkan standar pelayanan yang semakin modern dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Menurut dia, pola kerja seperti ini mencerminkan transformasi PLN sebagai perusahaan utilitas kelas dunia yang mampu mendukung agenda strategis nasional dengan presisi tinggi.