Namun, tantangan utama terletak pada pengembangan jaringan transmisi di daerah-daerah terpencil, yang selama ini dinilai belum optimal. Hal ini juga menjadi perhatian Tohom.
"Pemerintah tidak hanya perlu membangun infrastruktur, tetapi juga menyiapkan strategi perawatan dan pengelolaan yang efektif. Jangan sampai transmisi ini selesai dibangun, tapi tidak berfungsi maksimal," imbuhnya.
Baca Juga:
PLN Genjot 21 Proyek PLTS 513 MWp, ALPERKLINAS: Langkah Strategis Kurangi BBM
Tohom yang juga menjabat sebagai CEO & Founder Wahana TV, menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan swasta harus berbasis pada kepercayaan dan keselarasan visi.
"Swasta yang dilibatkan harus sejalan dengan kebijakan pemerintah, bukan malah memperlambat atau mengganggu tujuan utama. Harus ada mekanisme pengawasan yang ketat untuk memastikan proyek berjalan sesuai dengan rencana," pungkasnya.
Dengan rencana masif ini, ALPERKLINAS akan terus memantau dan memberikan masukan demi menjamin kepentingan konsumen listrik nasional tetap menjadi prioritas.
Baca Juga:
Dukung Penyelenggaraan Asia-Electricity Connect 2026, ALPERKLINAS: Momentum Strategis Percepat Transisi Energi Nasional
"Kami siap menjadi mitra kritis pemerintah dan PLN dalam memastikan keberhasilan proyek ini, demi kepentingan rakyat dan pembangunan berkelanjutan," tutup Tohom.
[Redaktur: Sandy]