Lebih jauh, Tohom melihat penggunaan aplikasi internal untuk memantau perjalanan pegawai serta menghitung efisiensi energi sebagai langkah inovatif yang patut diapresiasi.
Pendekatan berbasis data ini dinilai penting untuk memastikan bahwa program tidak berhenti pada slogan, tetapi benar-benar terukur dan dapat dievaluasi secara berkelanjutan.
Baca Juga:
PLN Bangun Trafo 30 MVA di GI Satui untuk Pasok Listrik Tenggara Kalimantan
“Ini sudah masuk ke tahap manajemen energi modern, di mana setiap aktivitas bisa diukur, dianalisis, dan ditingkatkan efektivitasnya,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan seluruh unit kerja dalam program Clean Energy Day menjadi kunci keberhasilan dalam membangun budaya organisasi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Dengan keterlibatan kolektif tersebut, perubahan perilaku tidak hanya terjadi secara individual, tetapi juga menjadi norma baru di lingkungan kerja.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dorong PLN Nusantara Power Construction Ciptakan Lapangan Kerja Profesional dari Warga Lokasi Proyek
“Kesadaran energi itu harus dibangun bersama, bukan parsial, dan PLN sudah memulai itu,” tambahnya.
Tohom memandang program ini juga memiliki dimensi edukatif yang kuat bagi masyarakat luas.
Menurutnya, ketika pegawai PLN sebagai representasi institusi negara menunjukkan praktik nyata gaya hidup hemat energi, maka hal tersebut akan menjadi contoh yang mudah ditiru oleh publik.