KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif langkah PT PLN (Persero) UIP3B Kalimantan yang meluncurkan program Clean Energy Day sebagai upaya konkret membangun budaya hemat energi dan menekan emisi karbon di lingkungan kerja.
“Program ini merupakan langkah nyata yang menunjukkan keseriusan PLN dalam membangun kesadaran kolektif soal efisiensi energi,” ujar Ketua Umum ALPERKLINAS KRT Tohom Purba, Minggu (12/4/2026).
Baca Juga:
PLN Bangun Trafo 30 MVA di GI Satui untuk Pasok Listrik Tenggara Kalimantan
Menurut Tohom, kebijakan menetapkan satu hari tanpa kendaraan berbahan bakar minyak di lingkungan kerja merupakan strategi sederhana namun berdampak sistemik jika dilakukan secara konsisten dan terukur.
Ia menilai pendekatan berbasis perubahan perilaku seperti ini jauh lebih efektif dalam jangka panjang dibandingkan sekadar kampanye atau imbauan tanpa implementasi yang jelas.
“Yang menarik, PLN tidak hanya mengajak, tetapi juga menerapkan aturan tegas seperti larangan parkir kendaraan BBM, ini menunjukkan komitmen yang tidak setengah-setengah,” kata Tohom.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dorong PLN Nusantara Power Construction Ciptakan Lapangan Kerja Profesional dari Warga Lokasi Proyek
Tohom menambahkan bahwa inisiatif tersebut juga mencerminkan peran BUMN sebagai motor penggerak perubahan menuju transisi energi yang berkeadilan.
Ia menilai langkah PLN dapat menjadi role model bagi institusi lain, baik pemerintah maupun swasta, untuk mulai mengadopsi kebijakan serupa di lingkungan kerja masing-masing.
“Kalau ini direplikasi secara nasional, dampaknya bisa signifikan terhadap pengurangan konsumsi BBM dan penurunan emisi karbon,” ucapnya.
Lebih jauh, Tohom melihat penggunaan aplikasi internal untuk memantau perjalanan pegawai serta menghitung efisiensi energi sebagai langkah inovatif yang patut diapresiasi.
Pendekatan berbasis data ini dinilai penting untuk memastikan bahwa program tidak berhenti pada slogan, tetapi benar-benar terukur dan dapat dievaluasi secara berkelanjutan.
“Ini sudah masuk ke tahap manajemen energi modern, di mana setiap aktivitas bisa diukur, dianalisis, dan ditingkatkan efektivitasnya,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan seluruh unit kerja dalam program Clean Energy Day menjadi kunci keberhasilan dalam membangun budaya organisasi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Dengan keterlibatan kolektif tersebut, perubahan perilaku tidak hanya terjadi secara individual, tetapi juga menjadi norma baru di lingkungan kerja.
“Kesadaran energi itu harus dibangun bersama, bukan parsial, dan PLN sudah memulai itu,” tambahnya.
Tohom memandang program ini juga memiliki dimensi edukatif yang kuat bagi masyarakat luas.
Menurutnya, ketika pegawai PLN sebagai representasi institusi negara menunjukkan praktik nyata gaya hidup hemat energi, maka hal tersebut akan menjadi contoh yang mudah ditiru oleh publik.
“Dampak sosialnya akan meluas, karena masyarakat melihat langsung praktik baik yang dilakukan, bukan hanya mendengar imbauan,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa langkah PLN UIP3B Kalimantan sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mendorong transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.
ALPERKLINAS pun berharap program ini dapat terus dikembangkan dan diperluas, termasuk dengan integrasi kendaraan listrik serta peningkatan fasilitas pendukung transportasi ramah lingkungan.
“Ini awal yang baik, dan kami berharap PLN terus konsisten serta memperluas inisiatif ini agar dampaknya semakin besar bagi ketahanan energi nasional,” pungkasnya.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) UIP3B Kalimantan resmi menjalankan program Clean Energy Day sejak 10 April 2026 dengan menetapkan setiap Jumat sebagai hari tanpa kendaraan berbahan bakar minyak di lingkungan kerja, sekaligus mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan dan pemanfaatan sistem digital untuk memantau efisiensi energi.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]