Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan ini sangat dipengaruhi oleh keberanian desa dalam mengelola sampah secara terpadu dan profesional melalui Bumdes.
“Bumdes Barokah Mlirip telah memperlihatkan kapasitasnya. Dengan penguatan armada pengangkutan dan sarana pendukung, potensi ekonomi dari sektor persampahan dan kebersihan desa bisa terus berkembang,” katanya.
Baca Juga:
Pemkab Lebak Kelola Sampah Jadi 50 Ton RDF per Hari Melalui LSDP
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi PLN mengenai jalur transmisi listrik yang melintasi permukiman. Menurutnya, aspek keselamatan dan perlindungan aset negara harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.
“Ketika masyarakat memahami pentingnya keamanan jaringan listrik, maka keberlanjutan layanan energi untuk kebutuhan warga juga dapat terjamin,” jelas Tohom.
Tohom menutup pernyataannya dengan mengajak PLN dan pemerintah daerah untuk terus memperluas kemitraan berbasis kebutuhan nyata di masyarakat.
Baca Juga:
Prabowo Tiba di Jawa Tengah, Tinjau Pengelolaan Sampah hingga Proyek Hilirisasi
“CSR seperti ini harus diperbanyak. Ketika perusahaan hadir dengan pendekatan humanis dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga, maka kepercayaan publik pun menguat. Desa bersih, masyarakat sehat, layanan listrik aman. Semuanya saling terkait,” tegasnya.
[Redaktur: Mega Puspita]