Menurutnya, keberhasilan proyek kelistrikan tidak hanya diukur dari penyelesaian konstruksi, tetapi juga dari kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Konsumen listrik di Papua berhak mendapatkan layanan yang andal, berkeadilan, dan berkelanjutan. Di situlah letak esensi pembangunan infrastruktur listrik ini,” tuturnya.
Baca Juga:
Patut Dicontoh Daerah Lain, ALPERKLINAS Apresiasi Kolaborasi PLN dan Pemkot Makassar Tata Jaringan Listrik Wujudkan Estetika Kota
Ia juga menilai kolaborasi antara PLN dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta akan menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
“Sinergi adalah kata kunci. PLN tidak bisa bekerja sendiri, pemerintah daerah harus mendukung, masyarakat harus terlibat, dan dunia usaha harus siap memanfaatkan peluang. Dengan begitu, investasi infrastruktur listrik ini tidak akan sia-sia,” ungkap Tohom.
Lebih jauh, Tohom menyebut langkah PLN sejalan dengan agenda besar pemerataan pembangunan nasional.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Dukungan Presiden dalam Percepatan Listrik 5.700 Desa dan 4.400 Dusun
“Kalau kita ingin bicara Indonesia sebagai negara maju, kita tidak bisa membiarkan Papua tertinggal. Infrastruktur listrik adalah pintu masuk untuk membawa Papua ke dalam arus utama pembangunan ekonomi nasional,” tegasnya.
Sebelumnya, General Manager PLN UIP MPA, Nur Hardiyanto, menyatakan bahwa proyek-proyek yang ditinjau pada 22–23 Agustus 2025 di Manokwari dan Sorong merupakan bagian dari strategi percepatan penyelesaian pembangunan kelistrikan.
Menurutnya, listrik tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga motor penggerak pembangunan daerah. Sementara itu, Manager PLN UPP MPA 4, Abas Joni Wibowo, menambahkan bahwa progres di lapangan terus menunjukkan tren positif meski dihadapkan pada medan yang menantang.