KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO - Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT PLN (Persero) atas langkah konkret mendorong pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Papua dan Papua Barat.
Pembangunan gardu induk, jaringan transmisi, hingga pembangkit baru yang digarap PLN UIP Maluku dan Papua (UIP MPA) dinilai menjadi fondasi penting bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Baca Juga:
Patut Dicontoh Daerah Lain, ALPERKLINAS Apresiasi Kolaborasi PLN dan Pemkot Makassar Tata Jaringan Listrik Wujudkan Estetika Kota
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa apa yang dilakukan PLN di Manokwari dan Sorong bukan hanya menghadirkan listrik, melainkan menghadirkan energi perubahan.
“Listrik adalah urat nadi pembangunan. Tanpa listrik yang andal, sulit membayangkan sektor industri, pariwisata, pendidikan, dan layanan publik bisa bergerak maju. Apa yang dilakukan PLN di Papua Barat dan Papua Barat Daya adalah wujud nyata pemerataan pembangunan,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025).
Tohom menambahkan, pembangunan infrastruktur listrik di wilayah timur bukan hanya soal memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga membuka jalan bagi keadilan ekonomi.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Dukungan Presiden dalam Percepatan Listrik 5.700 Desa dan 4.400 Dusun
Menurutnya, setiap kilometer jaringan transmisi dan setiap megawatt kapasitas pembangkit akan menjadi akselerator yang membawa Papua lebih dekat dengan daerah-daerah lain di Indonesia yang sudah lebih maju.
“Selama ini Papua identik dengan keterisolasian, biaya logistik tinggi, dan ketergantungan pada energi fosil dalam skala kecil. Kehadiran proyek-proyek kelistrikan yang ditargetkan PLN akan mengubah wajah ekonomi Papua. Kita bicara soal multiplier effect yang sangat besar,” kata Tohom.
Tohom yang juga Ketua Umum Persatuan Pengacara Perlindungan Konsumen Indonesia (PERAPKI) ini menyebutkan bahwa aspek konsumen harus tetap menjadi perhatian utama.
Menurutnya, keberhasilan proyek kelistrikan tidak hanya diukur dari penyelesaian konstruksi, tetapi juga dari kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Konsumen listrik di Papua berhak mendapatkan layanan yang andal, berkeadilan, dan berkelanjutan. Di situlah letak esensi pembangunan infrastruktur listrik ini,” tuturnya.
Ia juga menilai kolaborasi antara PLN dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta akan menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
“Sinergi adalah kata kunci. PLN tidak bisa bekerja sendiri, pemerintah daerah harus mendukung, masyarakat harus terlibat, dan dunia usaha harus siap memanfaatkan peluang. Dengan begitu, investasi infrastruktur listrik ini tidak akan sia-sia,” ungkap Tohom.
Lebih jauh, Tohom menyebut langkah PLN sejalan dengan agenda besar pemerataan pembangunan nasional.
“Kalau kita ingin bicara Indonesia sebagai negara maju, kita tidak bisa membiarkan Papua tertinggal. Infrastruktur listrik adalah pintu masuk untuk membawa Papua ke dalam arus utama pembangunan ekonomi nasional,” tegasnya.
Sebelumnya, General Manager PLN UIP MPA, Nur Hardiyanto, menyatakan bahwa proyek-proyek yang ditinjau pada 22–23 Agustus 2025 di Manokwari dan Sorong merupakan bagian dari strategi percepatan penyelesaian pembangunan kelistrikan.
Menurutnya, listrik tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga motor penggerak pembangunan daerah. Sementara itu, Manager PLN UPP MPA 4, Abas Joni Wibowo, menambahkan bahwa progres di lapangan terus menunjukkan tren positif meski dihadapkan pada medan yang menantang.
Dengan rampungnya proyek-proyek tersebut, keandalan sistem kelistrikan di Papua Barat dan Papua Barat Daya diharapkan meningkat signifikan.
Hal ini akan mendorong pertumbuhan sektor industri, pariwisata, pendidikan, hingga kesehatan, sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]