Tohom menyoroti pentingnya sinergi lintas pemangku kepentingan—PLN, pemerintah, industri, dan akademisi—agar target NZE tercapai.
Ia mengapresiasi regulasi yang mendorong investasi dan inovasi, serta riset perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada yang menempatkan teknologi, hidrogen, dan bahkan nuklir dalam peta jalan jangka panjang.
Baca Juga:
Bersama Ratusan Riders Patriot EV, PLN Dorong Electrifying Lifestyle dan Mobilitas Ramah Lingkungan
“Konsumen diuntungkan ketika kebijakan berbasis data dan sains, karena hasil akhirnya adalah sistem listrik yang bersih, aman, dan terjangkau,” ucapnya.
Lebih lanjut, Tohom menilai co-firing biomassa sebagai jembatan efektif menuju bauran energi yang lebih hijau.
“Pemanfaatan biomassa lokal—wood chip, sudas, hingga cangkang sawit—bukan hanya menekan emisi, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan rantai nilai baru,” jelasnya.
Baca Juga:
Dorong Energi Bersih Berkelanjutan, ALPERKLINAS Nilai Strategi Hijau PLN Nusantara Power Tepat Arah
Menutup pernyataannya, Tohom menegaskan dukungan ALPERKLINAS terhadap agenda transisi energi PLN.
“Kami akan terus mengawal agar transformasi ini konsisten, transparan, dan berpihak pada konsumen.
Jika inovasi dijalankan dengan tata kelola yang baik, Indonesia bukan hanya mencapai NZE, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi,” pungkasnya.