KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO, Jakarta PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat terus mendorong kesiapan sumber daya manusia di bidang kendaraan listrik melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan. Salah satu implementasinya dilakukan di SMK Negeri 8 Bandung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memperkuat kompetensi konversi motor listrik berbasis praktik.
Sebelum adanya intervensi program pada 2025, pembelajaran terkait kendaraan listrik di SMKN 8 Bandung telah mengacu pada kurikulum nasional “perawatan dan perbaikan motor listrik dan hybrid”. Namun, implementasinya masih terbatas pada aspek teoritis, dengan fasilitas praktik yang belum memadai serta keterhubungan dengan industri yang belum optimal.
Baca Juga:
Lonjakan Transaksi SPKLU 4 Kali Lipat Saat RAFI 2026, PLN UID Jabar Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
Melihat kondisi tersebut, PLN UID Jawa Barat menghadirkan dukungan komprehensif senilai Rp315,6 juta. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga mencakup penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi guru dan siswa, hingga penguatan pembelajaran berbasis praktik melalui Teaching Factory (TEFA).
Melalui program ini, SMKN 8 Bandung kini memiliki modul khusus konversi kendaraan listrik yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah. Proses pembelajaran menjadi lebih aplikatif dengan alokasi waktu rutin setiap minggu, didukung fasilitas baru berupa EV Class dan bengkel praktik TEFA 8 Motor.
Sebanyak 16 guru dan 165 siswa mendapatkan pelatihan langsung dari praktisi industri, yang dilengkapi dengan metode evaluasi pre-test dan post-test serta sertifikasi. Dampak program juga diperluas melalui keterlibatan SMK jejaring, di mana 8 guru dan 16 siswa turut mendapatkan peningkatan kompetensi serupa.
Baca Juga:
Tanam 400 Pohon, PLN dan Warga Katimbang Perkuat Mitigasi Banjir Berbasis Lingkungan
Dari sisi sarana, PLN juga memberikan dukungan berupa prototype motor listrik hasil konversi serta pengembangan inovasi Micro Cargo EV. Kendaraan ini dimanfaatkan untuk mendukung distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi media praktik langsung bagi siswa.
Transformasi pembelajaran pun mulai terlihat signifikan. Sebanyak 181 siswa kini memahami proses konversi kendaraan listrik secara komprehensif, sementara 24 guru telah memiliki kompetensi untuk mengajarkan materi tersebut secara mandiri. Fasilitas yang tersedia juga telah memenuhi syarat untuk pengajuan bengkel konversi tersertifikasi tipe B, bahkan membuka peluang pengembangan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari peran PLN dalam mendukung transisi energi melalui penguatan SDM.