KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif langkah kolaboratif dan inovatif yang terus dilakukan PT PLN (Persero) dalam mendorong transisi energi nasional menuju Net Zero Emissions (NZE) 2060 atau lebih cepat.
Upaya PLN melalui pengembangan teknologi rendah emisi, co-firing biomassa, efisiensi jaringan, hingga peningkatan teknologi pembangkit dinilai sejalan dengan kepentingan konsumen listrik: pasokan andal, biaya terkendali, dan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga:
Bersama Ratusan Riders Patriot EV, PLN Dorong Electrifying Lifestyle dan Mobilitas Ramah Lingkungan
Ketua Umum Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa arah kebijakan dan implementasi teknologi PLN menunjukkan kemajuan nyata.
“Kami melihat PLN tidak sekadar berbicara target, tetapi sudah mengeksekusi. Program co-firing di puluhan lokasi yang menurunkan emisi hingga sekitar satu juta ton CO₂ ekuivalen adalah bukti bahwa transisi energi bisa berjalan tanpa mengorbankan keandalan pasokan,” ujarnya.
Menurut Tohom, efisiensi jaringan transmisi dan distribusi yang mampu menekan emisi hingga jutaan ton CO₂ mencerminkan tata kelola sistem yang semakin matang.
Baca Juga:
Dorong Energi Bersih Berkelanjutan, ALPERKLINAS Nilai Strategi Hijau PLN Nusantara Power Tepat Arah
“Bagi konsumen, efisiensi berarti dua hal: sistem lebih andal dan potensi biaya yang lebih efisien dalam jangka panjang. Ini penting agar transisi energi tidak menambah beban masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai peningkatan teknologi PLTU dari subcritical ke super critical dan ultra super critical sebagai langkah transisional yang rasional.
“Kita realistis. Selama bauran energi masih memerlukan pembangkit termal, peningkatan efisiensi adalah pilihan paling bertanggung jawab untuk menurunkan intensitas emisi sembari menunggu akselerasi energi terbarukan,” tambah Tohom.