KonsumenListrik, Jakarta - Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyerukan kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan listrik, khususnya di tengah era transisi menuju energi terbarukan.
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menekankan pentingnya efisiensi energi sebagai langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan stabilitas pasokan listrik.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Tanpa Hemat, Indonesia Tidak Akan Bisa Swasembada Energi
“Penghematan listrik tidak hanya membantu menurunkan tagihan konsumen, tetapi juga mendukung upaya nasional dalam mengurangi emisi karbon," Kata Tohom kepada WahanaNews.co, Rabu (18/12/2024) di Jakarta.
Masyarakat perlu mengambil peran aktif dalam transisi ini dengan memanfaatkan listrik secara bijak dan mengadopsi teknologi hemat energi,” ujar KRT Tohom Purba dalam keterangan resminya.
Kolaborasi dengan Program PLN
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Target Pendapatan Tinggi PLN 2025 Harus Didukung Infrastruktur dan Pelayanan yang Mumpuni
KRT Tohom Purba juga mengapresiasi program-program yang digalakkan oleh PT PLN (Persero) dalam mendorong transisi energi terbarukan, seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), promosi kendaraan listrik, dan insentif pemasangan panel surya atap untuk rumah tangga.
"Namun, agar program-program ini berhasil, partisipasi masyarakat menjadi kunci utama. Konsumen perlu didorong untuk memahami bahwa penghematan listrik bukan hanya tanggung jawab PLN, tetapi juga tanggung jawab bersama," tambahnya.
Program Electrifying Lifestyle yang digagas PLN, seperti penggunaan peralatan rumah tangga berbasis listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan, dinilai ALPERKLINAS sejalan dengan tujuan transisi energi.
Selain itu, penggunaan smart meter untuk memantau konsumsi listrik secara real-time dianggap sebagai langkah inovatif untuk membantu konsumen mengontrol pemakaian listrik mereka.
Langkah Nyata Konsumen untuk mendukung transisi energi:
1. Gunakan Perangkat Hemat Energi
Pilih peralatan elektronik berlabel hemat energi untuk mengurangi konsumsi listrik.
2. Manfaatkan Teknologi Energi Terbarukan
Pertimbangkan pemasangan panel surya rumah tangga untuk mendukung energi bersih.
3. Kurangi Pemakaian yang Tidak Perlu
Matikan perangkat listrik saat tidak digunakan dan hindari konsumsi listrik berlebihan pada jam beban puncak.
4. Dukung Kendaraan Listrik
Bagi yang mampu, beralih ke kendaraan listrik dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Dengan sinergi antara program PLN dan kesadaran masyarakat, ALPERKLINAS optimis bahwa Indonesia dapat mencapai target bauran energi terbarukan 23% pada tahun 2025.
"Transisi ini adalah tanggung jawab kita bersama, dan setiap langkah kecil dari konsumen dapat membawa dampak besar bagi masa depan energi yang berkelanjutan," tutur Tohom.
[Redaktur: Amanda Zubehor]