KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO, Jakarta - Langkah berani Pemkot Semarang mengubah sampah menjadi energi listrik lewat teknologi PSEL di TPA Jatibarang mendapat sorotan nasional. Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menilai inisiatif ini sebagai terobosan nyata dalam transformasi energi bersih dan pengelolaan limbah.
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menegaskan, “Ini bukan sekadar soal listrik dari sampah. Yang penting adalah sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir yang efektif dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dirasakan warga Semarang.”
Baca Juga:
Gardu Listrik Hampir Terendam Banjir, Kapolsek Berbak Polres Tanjabtim Respon Cepat Laporan Warga
Menurutnya, kolaborasi antara partisipasi warga dan teknologi tinggi menjadi kunci sukses proyek ini.
“Semarang membuktikan bahwa energi bersih bisa diterapkan nyata di kota besar, bukan hanya sekadar target nasional,” tambahnya.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa PSEL bertujuan menyelesaikan persoalan limbah secara menyeluruh.
Baca Juga:
Dukung Target 33 PLTSa, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kolaborasi PLN–Danantara Bisa Jadi Model Transisi Energi Berbasis Kota
Kota ini menghadapi volume sampah harian yang fluktuatif, antara 800 hingga 1.200 ton, sehingga dibutuhkan strategi inovatif agar TPA Jatibarang tidak meluap.
Pemkot Semarang telah menggagas gerakan “Semarang Bersih” agar masyarakat terlibat sejak rumah tangga.
Sampah dipilah dari rumah hingga TPS, namun teknologi pengolahan lanjutan tetap dibutuhkan agar limbah termanfaatkan optimal.