Bagi ALPERKLINAS, konsumen tidak hanya membutuhkan listrik yang terjangkau, tetapi juga layanan yang responsif, transparan, dan berkelanjutan.
Tohom menilai komitmen PLN dalam meningkatkan efisiensi operasional harus terus diperkuat agar manfaat kebijakan tarif stabil benar-benar dirasakan hingga lapisan masyarakat paling bawah.
Baca Juga:
Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum
Ia juga melihat momentum ini sebagai peluang bagi PLN untuk mempercepat transformasi layanan berbasis kebutuhan konsumen.
“Ke depan, penguatan layanan pelanggan, keandalan jaringan, serta perlindungan konsumen harus menjadi satu paket dengan kebijakan tarif. Jika ini berjalan beriringan, listrik benar-benar menjadi fondasi produktivitas nasional,” sebutnya.
ALPERKLINAS juga mendorong sinergi berkelanjutan antara PLN, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya agar kebijakan kelistrikan tidak hanya berorientasi jangka pendek, tetapi mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Siap Dukung PLTSa di Seluruh Indonesia, ALPERKLINAS Apresiasi Kesiapan PLN Atas Penugasan Danantara Sebagai Offtaker
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa keputusan tarif listrik triwulan I-2026 yang tidak mengalami kenaikan memberi kepastian bagi masyarakat dan UMKM dalam mengatur pengeluaran, sekaligus menjaga daya beli.
Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan bahwa secara formula tarif berpotensi berubah, namun pemerintah memutuskan mempertahankannya demi menjaga stabilitas ekonomi nasional di awal 2026.
[Redaktur: Mega Puspita]