“Kalau ekosistem kendaraan listrik hanya tumbuh di kota metropolitan, itu namanya elitis. Tapi ketika becak listrik difasilitasi sampai daerah, itu baru transisi energi yang berkeadilan,” tegasnya.
Ia menambahkan, penggunaan aplikasi PLN Mobile untuk pengisian daya juga memberi edukasi digital bagi konsumen listrik di sektor informal.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Sambut Positif ITPLN Buka 150 Kuota Ikatan Kerja, Perkuat Pelayanan Listrik Nasional
Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan literasi energi dan memastikan perlindungan konsumen berjalan seiring dengan kemajuan teknologi.
“Kami melihat ini sebagai investasi sosial jangka panjang. Konsumen dilibatkan, diedukasi, dan diberdayakan,” ujarnya.
Lebih jauh, Tohom menyebut becak listrik berpotensi menjadi ikon transportasi ramah lingkungan sekaligus daya tarik wisata, khususnya di kawasan heritage.
Baca Juga:
4 Tips Listrik Aman Saat Liburan
Menurutnya, manfaat lingkungan, ekonomi, dan sosial dari program ini saling terkait dan tidak bisa dipisahkan.
“Becak listrik adalah simbol bahwa energi bersih bukan milik segelintir orang, tetapi hak semua warga,” kata Tohom.
ALPERKLINAS pun mendorong agar program serupa direplikasi secara nasional dengan penguatan regulasi perlindungan konsumen listrik, termasuk jaminan keandalan pasokan, tarif yang adil, serta kemudahan akses infrastruktur pengisian daya.