Lebih lanjut, Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa rencana pensiun 2.139 mesin diesel di 741 lokasi merupakan keputusan strategis yang akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi operasional PLN.
"Pengurangan PLTD akan mengurangi beban subsidi dan biaya pokok penyediaan listrik, yang pada akhirnya memberikan ruang bagi tarif listrik yang lebih stabil bagi konsumen," katanya.
Baca Juga:
PLN Raih 46 Penghargaan PROPER, ALPERKLINAS: Langkah Strategis Menuju Listrik Bersih Nasional
Ia juga melihat bahwa langkah ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam peta transisi energi global.
"Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar, dan langkah PLN ini menjadi sinyal kuat bahwa kita serius memanfaatkan potensi tersebut untuk kepentingan nasional," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa sebanyak 21 proyek PLTS dan PLTS+BESS dengan total kapasitas 513 MWp telah siap dieksekusi dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada periode 2026 hingga 2028 sebagai bagian dari upaya menekan konsumsi BBM di sektor ketenagalistrikan.
Baca Juga:
Akselerasi Transisi Energi Kian Diperkuat, ALPERKLINAS: IndoEBTKE ConEx Perlu Dukungan Luas
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]