KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO - Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif langkah PT PLN (Persero) yang menyiapkan 21 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan PLTS terintegrasi Battery Energy Storage System (BESS) dengan total kapasitas 513 MWp, sebagai bagian percepatan transisi energi dan pengurangan ketergantungan pada BBM impor.
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, mengatakan bahwa inisiatif ini mencerminkan arah kebijakan energi nasional yang semakin progresif dan berpihak pada efisiensi biaya serta keberlanjutan sistem ketenagalistrikan.
Baca Juga:
PLN Raih 46 Penghargaan PROPER, ALPERKLINAS: Langkah Strategis Menuju Listrik Bersih Nasional
"Program 21 proyek PLTS dan PLTS plus BESS ini bukan hanya soal penambahan kapasitas listrik, tetapi juga tentang perubahan struktur biaya energi nasional agar lebih efisien dan tidak lagi bergantung pada energi fosil berbasis impor," ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menilai pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan sistem penyimpanan baterai akan menjadi game changer dalam menjaga stabilitas pasokan listrik, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan.
"Dengan adanya BESS, intermitensi energi surya dapat diatasi sehingga keandalan sistem meningkat dan kualitas layanan kepada konsumen semakin baik," katanya.
Baca Juga:
Akselerasi Transisi Energi Kian Diperkuat, ALPERKLINAS: IndoEBTKE ConEx Perlu Dukungan Luas
Menurut Tohom, proyek-proyek yang tersebar di berbagai wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, Papua, hingga Jawa ini juga mencerminkan pemerataan pembangunan energi.
Ia melihat langkah PLN tidak hanya berorientasi pada kapasitas, tetapi juga pada keadilan akses energi bagi masyarakat.
"Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan seluruh wilayah mendapatkan listrik yang lebih bersih, terjangkau, dan berkelanjutan," ucapnya.