KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional menilai pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) berbasis limbah kelapa sawit yang dilakukan sektor industri merupakan langkah strategis yang secara langsung memperkuat ekosistem ketenagalistrikan nasional.
Langkah tersebut juga dinilai mampu mendukung peran PLN dalam menjaga ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Harga Elpiji 12 Kg Naik, Bahlil: Itu untuk Orang Mampu, Bukan Masalah
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, mengatakan bahwa tren pemanfaatan limbah menjadi energi seperti pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) menunjukkan arah transformasi energi nasional yang semakin matang dan terstruktur.
“Ini adalah langkah strategis yang memperkuat fondasi sistem energi nasional, terutama dalam mengurangi tekanan terhadap pasokan energi berbasis fosil,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menilai, keberhasilan industri dalam mengolah Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi listrik mencerminkan sinergi antara efisiensi ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga:
Kolaborasi ITERA–PLN Dorong Inovasi Energi, ALPERKLINAS: Menuju Kemandirian Listrik Nasional
“Langkah ini secara tidak langsung juga meringankan beban sistem kelistrikan nasional, karena mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional yang selama ini menjadi tulang punggung suplai listrik,” tambahnya.
Menurut Tohom, penghematan konsumsi bahan bakar seperti solar dalam skala jutaan liter menunjukkan bahwa EBT tidak lagi bersifat komplementer, melainkan mulai menjadi komponen utama dalam strategi energi jangka panjang.
“Kalau ini direplikasi secara luas, dampaknya bukan hanya efisiensi biaya, tetapi juga stabilitas tarif listrik dan ketahanan energi nasional,” jelasnya.