Terjaminnya suplai gas tersebut sekaligus merespons kekhawatiran Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang resah akan kekurangan pasokan gas di pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).
Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi menjelaskan bahwa pasokan gas bumi untuk domestik sejatinya terus meningkat. Nah, dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah untuk memprioritaskan kebutuhan domestik, SKK Migas terus meningkatkan alokasi pasokan gas untuk domestic.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Paling tidak, jika pada 2003 realisasi penyaluran gas untuk domestik sebesar 25%, maka pada 2021 meningkat menjadi 64%, dan saat ini di 2022 sudah mencapai 69%.
"Data ini menunjukkan bahwa industri hulu migas telah melaksanakan kebijakan Pemerintah untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gas domestik," ujar dia kepada CNBC Indonesia, Jumat (9/12/2022).
Berdasarkan neraca gas Indonesia tahun 2023, kebutuhan volume pasokan gas PIM-1 sekitar 55 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dapat dipenuhi. Terutama dari potensi uncommitted cargoes tahun 2023 sebanyak 9 kargo, yang bisa digunakan antara lain untuk memenuhi kebutuhan gas PIM 1 yang berkisar 5 kargo.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Adapun potensi uncommitted cargoes tersebut bahkan diperkirakan dapat bertambah apabila proyek Train 3 Kilang LNG Tangguh bisa beroperasi pada awal tahun depan.
"Pemenuhan pasokan gas ini tentunya akan bergantung kepada harga dan juga penjadwalan yang akan segera dibahas setelah usulan PIM kepada SKK Migas disampaikan," ucapnya.
Berikut status alokasi pasokan gas bumi 2023 untuk pabrik pupuk yang dipastikan bakal terpenuhi: