Forum ini ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam pengawasan, sertifikasi, dan edukasi keselamatan ketenagalistrikan di ekosistem KBLBB.
Sejumlah pihak turut menyampaikan pandangannya. PT PLN (Persero) menegaskan pentingnya penempatan SPKLU di area terbuka demi meminimalkan risiko kebakaran, sekaligus mengumumkan rencana pembangunan SPKLU Center yang dilengkapi lounge, toilet, layanan pengecekan tekanan ban, dan pemeriksaan battery health.
Baca Juga:
Klarifikasi Green SM Picu Amarah, Tak Ada Maaf Usai Tragedi Bekasi Timur
Dari pihak produsen, BYD Indonesia menegaskan keselamatan baterai sebagai prioritas utama untuk menjaga keamanan dan kepercayaan pengguna.
Sementara itu, Plt. Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Ida Nuryatin Finahari memaparkan bahwa hingga Juli 2025 telah terpasang 4.186 unit SPKLU di 2.789 lokasi, serta 1.902 unit fasilitas swap baterai. Ia mengingatkan bahwa setiap instalasi wajib memiliki SLO dan memenuhi standar produk.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada 2025 telah mencapai 252 ribu unit, dengan total investasi industri mencapai Rp5,6 triliun.
Baca Juga:
Tragedi Bekasi Timur, BPKN Minta KAI Benahi Sistem dan Penuhi Hak Korban
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]