KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menilai langkah PLN Nusantara Power membuka peluang kerja sama dengan delegasi perusahaan asal Jerman sebagai sinyal kuat keseriusan PLN Group dalam mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Dari perspektif konsumen, kolaborasi internasional ini dinilai strategis karena berpotensi menghadirkan teknologi kelistrikan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional, termasuk untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga:
Bersama Ratusan Riders Patriot EV, PLN Dorong Electrifying Lifestyle dan Mobilitas Ramah Lingkungan
Ketua Umum Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS), KRT Tohom Purba, menyatakan bahwa kehadiran sembilan delegasi perusahaan Jerman yang diinisiasi oleh German Federal Ministry for Economic Affairs and Climate Action menunjukkan tingkat kepercayaan global terhadap kapasitas PLN Nusantara Power dalam mengembangkan EBT di Indonesia.
“Ini adalah pengakuan bahwa PLN Nusantara Power memiliki rekam jejak dan kapabilitas yang layak menjadi mitra strategis internasional,” ujar Tohom, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kerja sama ini berpotensi menghadirkan transfer teknologi, pengetahuan, serta standar pengelolaan proyek energi hijau yang lebih maju.
Baca Juga:
Dorong Energi Bersih Berkelanjutan, ALPERKLINAS Nilai Strategi Hijau PLN Nusantara Power Tepat Arah
“Bagi konsumen listrik, kolaborasi global seperti ini sangat penting karena teknologi yang efisien akan berdampak pada biaya produksi listrik yang lebih kompetitif dan stabil dalam jangka panjang,” kata Tohom.
Ia menilai keberhasilan PLN Nusantara Power menyelesaikan proyek-proyek pembangkit hijau, seperti PLTS Terapung Cirata dan PLTS di kawasan IKN, menjadi fondasi kuat untuk menarik investasi lanjutan.
“PLN NP tidak lagi berada pada tahap wacana. Proyek yang sudah beroperasi membuktikan bahwa transisi energi dijalankan secara konkret dan terukur,” jelasnya.
Tohom juga menyoroti pentingnya peran jejaring internasional yang difasilitasi oleh EKONID. Menurutnya, kehadiran kamar dagang ini membuka akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, teknologi, dan pasar global.
“Sinergi seperti ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat proyek-proyek strategis, termasuk PLTA Batang Toru 510 MW yang memiliki dampak besar bagi ketahanan energi dan perekonomian regional,” ujarnya.
Lebih lanjut, ALPERKLINAS mengingatkan agar setiap kerja sama investasi tetap mengedepankan prinsip transparansi dan perlindungan konsumen.
“Transisi energi tidak boleh hanya mengejar target kapasitas dan emisi, tetapi juga harus memastikan hak konsumen atas listrik yang andal, terjangkau, dan berkeadilan,” tegas Tohom.
Menutup pernyataannya, Tohom menegaskan dukungan ALPERKLINAS terhadap langkah strategis PLN Nusantara Power.
“Kolaborasi dengan mitra global adalah bagian dari visi besar PLN menuju sistem kelistrikan hijau nasional. Jika dikelola konsisten dan akuntabel, konsumen akan menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari transformasi ini,” pungkasnya.