Lebih lanjut, Tohom juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar pemanfaatan listrik dapat dilakukan secara produktif dan efisien.
“Kami mendorong masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku ekonomi yang memanfaatkan listrik untuk kegiatan bernilai tambah, seperti usaha rumahan, pengolahan hasil pertanian, hingga digitalisasi desa,” jelasnya.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Imbau Penataan Kabel Semrawut demi Wajah Kota Modern dan Aman
Ia juga mengapresiasi target PLN untuk melistriki 21 desa lainnya di Nias Utara pada tahun ini. Menurutnya, langkah tersebut harus didukung penuh oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Ke depan, pemerataan energi harus menjadi prioritas nasional. PLN sudah berada di jalur yang tepat, dan kami berharap program ini terus berkelanjutan dan semakin masif,” katanya.
Tohom menambahkan, keberhasilan elektrifikasi desa di wilayah kepulauan dapat menjadi model nasional dalam percepatan pembangunan berbasis energi.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Sebut Program Ekspor Listrik ke Luar Negeri Baik untuk Peningkatan Ekonomi Asalkan Pasokan Dalam Negeri Tidak Terganggu
“Apa yang dilakukan PLN di Nias Utara ini bisa menjadi blueprint untuk wilayah lain di Indonesia yang memiliki karakteristik serupa,” ujarnya.
Sebelumnya, General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir mengatakan bahwa program Listrik Desa di Desa Ombolata mencakup pembangunan infrastruktur kelistrikan berupa jaringan tegangan menengah, jaringan tegangan rendah, serta gardu distribusi sebagai penopang utama suplai listrik bagi masyarakat.
Ia menyebut kehadiran listrik tidak hanya membuka akses energi, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat.