KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mengapresiasi langkah PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara dalam menghadirkan listrik di Desa Ombolata, Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara.
Organisasi ini menilai program Listrik Desa tersebut sebagai bukti nyata komitmen negara melalui PLN dalam mewujudkan keadilan energi dan mempercepat pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca Juga:
ALPERKLINAS Imbau Penataan Kabel Semrawut demi Wajah Kota Modern dan Aman
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menyatakan bahwa kehadiran listrik di desa terpencil bukan sekadar penyediaan energi, tetapi merupakan investasi strategis jangka panjang bagi kemajuan bangsa.
“Program listrik desa yang dilakukan PLN ini adalah fondasi utama untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah 3T,” ujarnya.
Menurut Tohom, pembangunan jaringan tegangan menengah (JTM), jaringan tegangan rendah (JTR), serta gardu distribusi di wilayah kepulauan seperti Nias Utara menunjukkan keseriusan PLN dalam menghadapi tantangan geografis yang kompleks.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Sebut Program Ekspor Listrik ke Luar Negeri Baik untuk Peningkatan Ekonomi Asalkan Pasokan Dalam Negeri Tidak Terganggu
“Ini bukan pekerjaan mudah. Butuh keberanian, komitmen, dan kolaborasi lintas sektor untuk bisa menghadirkan listrik di daerah yang aksesnya terbatas,” katanya.
Ia menilai, kehadiran listrik akan memberikan dampak berantai yang signifikan, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan melalui akses teknologi, tumbuhnya usaha mikro dan kecil, hingga peningkatan layanan kesehatan.
“Listrik adalah enabler. Ketika listrik masuk, maka peluang ekonomi terbuka, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdorong,” ucapnya.
Lebih lanjut, Tohom juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar pemanfaatan listrik dapat dilakukan secara produktif dan efisien.
“Kami mendorong masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku ekonomi yang memanfaatkan listrik untuk kegiatan bernilai tambah, seperti usaha rumahan, pengolahan hasil pertanian, hingga digitalisasi desa,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi target PLN untuk melistriki 21 desa lainnya di Nias Utara pada tahun ini. Menurutnya, langkah tersebut harus didukung penuh oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Ke depan, pemerataan energi harus menjadi prioritas nasional. PLN sudah berada di jalur yang tepat, dan kami berharap program ini terus berkelanjutan dan semakin masif,” katanya.
Tohom menambahkan, keberhasilan elektrifikasi desa di wilayah kepulauan dapat menjadi model nasional dalam percepatan pembangunan berbasis energi.
“Apa yang dilakukan PLN di Nias Utara ini bisa menjadi blueprint untuk wilayah lain di Indonesia yang memiliki karakteristik serupa,” ujarnya.
Sebelumnya, General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir mengatakan bahwa program Listrik Desa di Desa Ombolata mencakup pembangunan infrastruktur kelistrikan berupa jaringan tegangan menengah, jaringan tegangan rendah, serta gardu distribusi sebagai penopang utama suplai listrik bagi masyarakat.
Ia menyebut kehadiran listrik tidak hanya membuka akses energi, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu mengapresiasi kehadiran PLN dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan listrik desa tersebut.
Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan listrik secara bijak dan produktif demi kemajuan daerah serta masa depan yang lebih baik.
[Redaktur: Mega Puspita]