“Bayangkan, jika korsleting terjadi saat rumah dalam keadaan kosong atau saat malam ketika semua tertidur, risikonya bisa sangat fatal. Jadi, jangan remehkan hal kecil ini,” tegasnya.
Ia pun mengajak konsumen listrik di Indonesia untuk menjadikan kebiasaan mencabut charger sebagai bagian dari budaya hemat energi sekaligus proteksi diri.
Baca Juga:
Dukung WFH, ALPERKLINAS: Diskon Tambah Daya 50 Persen Jadi Momentum Adaptasi Konsumsi Listrik Rumah Tangga
Menurutnya, langkah-langkah sederhana bisa dilakukan, seperti menggunakan soket dengan tombol on/off, memanfaatkan colokan pintar, atau menjadikan mencabut charger sebagai rutinitas sebelum tidur.
“Kebiasaan kecil ini bisa membawa dampak besar. Kita bisa hemat listrik, perangkat lebih awet, dan rumah lebih aman,” kata Tohom.
Sebelumnya, sejumlah pakar kelistrikan juga menekankan bahwa charger yang terus terhubung dapat memperpendek usia pakai perangkat, sekaligus meningkatkan risiko kerusakan akibat arus listrik yang tidak stabil.
Baca Juga:
Listrik Padam Jelang Acara Puncak Perayaan Hari Jadi ke-348, Kota Gunungsitoli Gelap
Mereka sepakat bahwa edukasi konsumen menjadi kunci agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya keselamatan dan efisiensi dalam penggunaan listrik sehari-hari.
[Redaktur: Mega Puspita]