KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mendorong perusahaan-perusahaan pembangkit listrik di Indonesia untuk tidak semata berfokus pada aspek produksi energi dan keuntungan bisnis, tetapi juga mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah proyek.
Menurut ALPERKLINAS, praktik tanggung jawab sosial yang terintegrasi dan berkelanjutan merupakan kunci membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan keberlangsungan proyek energi jangka panjang.
Baca Juga:
PLN UP3 Karawang Nyalakan 10 Sambungan Listrik Baru untuk Masyarakat di Ramadhan
ALPERKLINAS menilai, pengalaman perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) A Vuong di Vietnam dapat menjadi rujukan penting.
Perusahaan tersebut selama bertahun-tahun konsisten menjalankan program kesejahteraan sosial, mulai dari pembangunan rumah layak huni, fasilitas sanitasi, layanan kesehatan gratis, dukungan pendidikan, hingga penguatan mata pencaharian berkelanjutan bagi warga di sekitar proyek.
Pendekatan ini dinilai menunjukkan bahwa sektor energi dapat tumbuh selaras dengan kepentingan sosial dan lingkungan.
Baca Juga:
PLN UP3 Bandung Hadirkan Listrik untuk Keluarga Prasejahtera di Bulan Ramadan
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa pengelolaan pembangkit listrik modern menuntut paradigma baru: energi tidak boleh dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut model yang dijalankan PLTA A Vuong mencerminkan praktik bisnis visioner yang memahami energi sebagai bagian dari ekosistem sosial.
“Perusahaan pembangkit listrik harus melihat masyarakat sekitar proyek sebagai mitra strategis, bukan sekadar objek dampak pembangunan. Ketika perusahaan hadir dalam kehidupan warga seperti membangun rumah, menjaga kesehatan, mendukung pendidikan, hingga membuka sumber penghidupan, maka keberlanjutan proyek energi akan terjaga secara alami,” ujar Tohom.