"Perlindungan konsumen listrik tidak hanya bicara tarif dan kualitas pasokan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan infrastruktur penerangan yang dinikmati masyarakat setiap hari," ucapnya.
Ia menilai langkah cepat Pemerintah Kota Jakarta Timur memperbaiki lampu yang padam patut diapresiasi karena menunjukkan respons yang sigap dalam menjaga kualitas layanan publik.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Kampanye Green Future Powered Today PLN Dorong Konsumen Hidup Lebih Modern
Namun, Tohom menilai upaya perbaikan saja tidak cukup apabila tidak diikuti strategi pencegahan yang lebih sistematis.
"Yang dibutuhkan bukan hanya memperbaiki setelah rusak, tetapi membangun sistem yang membuat pelaku berpikir dua kali sebelum mencuri," katanya.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan perlindungan terhadap aset penerangan jalan harus menjadi bagian dari agenda besar modernisasi infrastruktur perkotaan.
Baca Juga:
Podcast Konsumen Dignity: Jangan Diam Jika Dirugikan, Ini Jalur Resmi Pengaduan Konsumen
Menurutnya, kota-kota di Indonesia perlu mulai menerapkan sensor, alarm, dan sistem notifikasi real time untuk mendeteksi gangguan pada panel listrik.
"Teknologi harus dimanfaatkan agar kerusakan atau pencurian bisa diketahui dalam hitungan menit, bukan setelah masyarakat mengeluh," ujarnya.
ALPERKLINAS juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum dengan melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar panel listrik dan jaringan penerangan jalan.