Bagi ALPERKLINAS, penyebaran SPKLU ini penting untuk menghilangkan range anxiety atau kekhawatiran konsumen kehabisan daya, terutama saat perjalanan jarak jauh.
“Rasa aman adalah hak konsumen. Infrastruktur SPKLU yang masif adalah jawaban konkret atas hak tersebut,” tegasnya.
Baca Juga:
Sinergi PLN Sumedang Bersama BPBD dan Dinas Perhubungan, Cegah Potensi Bahaya Bagi Masyarakat
Lebih lanjut, Tohom menyoroti inovasi PLN EV Charger Mobile sebagai terobosan visioner. Menurutnya, layanan darurat pengisian daya bergerak mencerminkan pendekatan berbasis kebutuhan nyata konsumen.
“Ini bukan hanya soal listrik, tetapi soal kehadiran negara melalui PLN ketika konsumen menghadapi kondisi darurat di lapangan,” ucapnya.
Menanggapi pernyataan Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto terkait komitmen mendukung percepatan adopsi EV dan target Net Zero Emission, Tohom menilai kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat.
Baca Juga:
Bersama Ratusan Riders Patriot EV, PLN Dorong Electrifying Lifestyle dan Mobilitas Ramah Lingkungan
“ALPERKLINAS melihat PLN sudah berada di jalur yang tepat. Ke depan, konsistensi layanan, penguatan regulasi, dan perlindungan konsumen harus berjalan beriringan agar transisi energi benar-benar berkeadilan,” ujarnya.
ALPERKLINAS pun menyatakan siap menjadi mitra strategis PLN dalam memberikan masukan berbasis suara konsumen.
“Prestasi di IIMS 2026 ini adalah momentum. Jika dijaga dengan kebijakan yang berpihak pada konsumen, PLN tidak hanya menjadi penyedia listrik, tetapi juga penggerak utama ekonomi hijau nasional,” tandas Tohom.