KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif capaian PT PLN (Persero) yang berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS 2026).
Menurut ALPERKLINAS, penghargaan tersebut mencerminkan meningkatnya kualitas layanan kelistrikan, khususnya dalam mendukung konsumen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.
Baca Juga:
Sinergi PLN Sumedang Bersama BPBD dan Dinas Perhubungan, Cegah Potensi Bahaya Bagi Masyarakat
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menilai penghargaan Most Attractive Booth dan Most Attractive Program Activity yang diraih melalui platform PLN Mobile bukan prestasi seremonial saja.
“Ini adalah indikator bahwa transformasi PLN mulai dirasakan langsung oleh konsumen. Edukasi, kemudahan akses, dan kejelasan layanan EV kini semakin nyata,” ujar Tohom, Selasa (17/2/2026).
Tohom menjelaskan, dari perspektif perlindungan konsumen listrik, kehadiran ekosistem EV yang terintegrasi sangat krusial.
Baca Juga:
Bersama Ratusan Riders Patriot EV, PLN Dorong Electrifying Lifestyle dan Mobilitas Ramah Lingkungan
Menurutnya, lonjakan jumlah kendaraan listrik nasional hingga lebih dari 100 ribu unit harus diimbangi dengan kepastian layanan pengisian daya, transparansi tarif, serta keandalan sistem digital.
“PLN melalui PLN Mobile menunjukkan bahwa konsumen tidak lagi dibiarkan mencari solusi sendiri. Semua kebutuhan EV kini ada dalam satu genggaman,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah PLN yang telah mengoperasikan lebih dari 5.000 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah strategis.
Bagi ALPERKLINAS, penyebaran SPKLU ini penting untuk menghilangkan range anxiety atau kekhawatiran konsumen kehabisan daya, terutama saat perjalanan jarak jauh.
“Rasa aman adalah hak konsumen. Infrastruktur SPKLU yang masif adalah jawaban konkret atas hak tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tohom menyoroti inovasi PLN EV Charger Mobile sebagai terobosan visioner. Menurutnya, layanan darurat pengisian daya bergerak mencerminkan pendekatan berbasis kebutuhan nyata konsumen.
“Ini bukan hanya soal listrik, tetapi soal kehadiran negara melalui PLN ketika konsumen menghadapi kondisi darurat di lapangan,” ucapnya.
Menanggapi pernyataan Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto terkait komitmen mendukung percepatan adopsi EV dan target Net Zero Emission, Tohom menilai kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat.
“ALPERKLINAS melihat PLN sudah berada di jalur yang tepat. Ke depan, konsistensi layanan, penguatan regulasi, dan perlindungan konsumen harus berjalan beriringan agar transisi energi benar-benar berkeadilan,” ujarnya.
ALPERKLINAS pun menyatakan siap menjadi mitra strategis PLN dalam memberikan masukan berbasis suara konsumen.
“Prestasi di IIMS 2026 ini adalah momentum. Jika dijaga dengan kebijakan yang berpihak pada konsumen, PLN tidak hanya menjadi penyedia listrik, tetapi juga penggerak utama ekonomi hijau nasional,” tandas Tohom.
[Redaktur: Mega Puspita]