Ia menambahkan bahwa teknologi seperti ini dapat menjadi fondasi menuju sistem ketenagalistrikan yang lebih resilien dan mandiri.
“Jika dimaksimalkan, model seperti ini bisa menjadi tulang punggung energi di daerah-daerah berbasis perkebunan, sekaligus mengurangi beban sistem listrik nasional,” ujarnya.
Baca Juga:
PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo, ALPERKLINAS: Ini Fondasi Kemandirian Energi
Lebih lanjut, ALPERKLINAS memandang bahwa langkah PTPN IV juga sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mencapai target net zero emission (NZE).
“Energi berbasis limbah adalah masa depan, dan Indonesia punya potensi besar untuk memimpinnya, terutama dengan dukungan PLN sebagai off-taker utama,” katanya.
PTPN IV Regional III diketahui telah mengoperasikan enam instalasi biogas di Provinsi Riau sebagai bagian dari transformasi limbah menjadi energi.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Imbau Semua Pihak Dukung Pembangunan PSEL 30 Lokasi Demi Energi Listrik Bersih
Empat unit dimanfaatkan sebagai co-firing untuk mendukung operasional pabrik kelapa sawit, yakni PTBg Sei Pagar, PTBg Lubuk Dalam, PTBg Sei Rokan, dan PTBg Tapung.
Sementara dua lainnya, yaitu PLTBg Terantam dan PLTBg Tandun, difokuskan untuk menghasilkan energi listrik dari biogas.
Melalui teknologi tersebut, limbah cair sawit diolah menjadi gas metana yang kemudian dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.