“Artinya, konsumen tidak akan dibebani harga listrik yang terlalu tinggi, sekaligus kita bisa mengurangi ketergantungan pada diesel yang harganya lebih mahal,” tegasnya.
Tohom yang juga Ketua Umum Lembaga Konsumen Ketenagalistrikan Indonesia (LKKI) mengatakan bahwa langkah Presiden akan berdampak besar bagi peningkatan daya saing bangsa.
Baca Juga:
Desa Ombolata Nias Utara Kini Punya Listrik
“Kita bicara multiplier effect yang masif. Dengan desa yang terang, Indonesia tidak hanya menghadirkan keadilan energi, tapi juga memperkuat posisi nasional di panggung global,” ujarnya menekankan.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa harga pokok produksi (HPP) listrik dari pembangkit diesel di sejumlah daerah masih relatif tinggi, mencapai lebih dari US$ 30 sen per kWh.
Karena itu, pemerintah mendorong pemanfaatan PLTSa yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Sebut Listrik Desa PLN Kunci Transformasi Ekonomi Wilayah Terluar
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]