KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO - Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Provinsi Bali yang mendukung penuh penguatan infrastruktur kelistrikan melalui proyek-proyek strategis nasional yang digagas PLN Group di Pulau Dewata.
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, dalam keterangannya pada Senin (28/7/2025), menilai dukungan tersebut sebagai keputusan visioner dan responsif terhadap kebutuhan pertumbuhan energi masyarakat serta pelaku usaha di Bali.
Baca Juga:
SUTET Andowia–Kendari Dinilai Strategis, ALPERKLINAS Dorong Replikasi di Daerah Lain
“Kami memandang dukungan Pemprov Bali sebagai wujud nyata keberpihakan pada kepentingan publik dan kelangsungan pelayanan dasar negara di bidang kelistrikan,” ujar Tohom.
Ia menegaskan bahwa proyek-proyek kelistrikan di bawah Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 tidak hanya berdampak pada keandalan sistem tenaga listrik, tetapi juga merupakan investasi strategis untuk menjaga daya saing daerah, terutama Bali yang menjadi etalase pariwisata dan budaya Indonesia di mata dunia.
Tohom yang juga Ketua Umum Relawan Martabat Prabowo–Gibran ini mengatakan bahwa dukungan kepala daerah terhadap proyek strategis nasional di sektor energi menjadi indikator penting dalam membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Baca Juga:
Transmisi Brandan–Langsa Normal dan Sistem Jaringan Listrik Sumut–Aceh Terhubung, ALPERKLINAS: Pemulihan Interkoneksi Sumatera Pasca Bencana Rampung, PLN Kerahkan Tenaga Operasikan Pembangkit
"Ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo ke depan yang menekankan percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan dasar, termasuk energi,” ujarnya.
Menurut Tohom, ALPERKLINAS mendukung penuh pelaksanaan proyek-proyek seperti pembangunan gardu induk, pembangkit baru, serta jalur transmisi SUTT dan SUTET yang akan memperkuat sistem kelistrikan Bali, dan sekaligus memitigasi risiko kekurangan pasokan, terutama pada musim puncak kunjungan wisata.
“Jangan sampai masyarakat atau pelaku usaha di Bali menghadapi pemadaman karena infrastruktur listrik yang tidak memadai, padahal kebutuhannya terus tumbuh,” tegasnya.