KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mengapresiasi capaian positif kinerja subsektor ketenagalistrikan nasional sepanjang 2025 sebagaimana disampaikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Peningkatan kapasitas terpasang pembangkit serta naiknya konsumsi listrik per kapita dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan sektor energi berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan perluasan akses listrik bagi masyarakat.
Baca Juga:
Diminta Batasi Ekspor, ALPERKLINAS Dorong Gas untuk Pembangkit PLN Jadi Prioritas
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menilai capaian tersebut mencerminkan kerja serius pemerintah dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional sekaligus mempersiapkan kebutuhan energi masa depan.
“Penambahan kapasitas pembangkit hingga 7 gigawatt merupakan bukti adanya perencanaan energi yang semakin matang untuk menjawab pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat,” ujar Tohom, Rabu (15/1/2026).
Menurut Tohom, meningkatnya konsumsi listrik per kapita hingga melampaui target menunjukkan dua hal penting.
Baca Juga:
Punya Rasio Pelanggan 98,45 Persen, ALPERKLINAS Apresiasi PLN yang Survive Penuhi Kebutuhan Listrik Indonesia dengan Pendapatan Maksimal
Pertama, aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dan berkembang. Kedua, akses listrik semakin merata, termasuk di wilayah-wilayah yang sebelumnya masih terbatas.
“Bagi konsumen, listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga enabler utama bagi produktivitas, pendidikan, dan kesejahteraan,” katanya.
Ia juga memandang dorongan pemerintah terhadap pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai langkah strategis yang patut diperkuat.
Tohom mengungkapkan, transisi energi harus tetap menempatkan kepentingan konsumen sebagai prioritas.
“Akselerasi EBT penting untuk keberlanjutan lingkungan, namun harus diiringi dengan tarif yang wajar, keandalan pasokan, dan perlindungan konsumen yang kuat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tohom menyoroti program Listrik Desa dan percepatan elektrifikasi wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
Menurutnya, keberhasilan pembangunan ketenagalistrikan nasional tidak hanya diukur dari besarnya kapasitas terpasang, tetapi juga dari sejauh mana seluruh rakyat dapat menikmati listrik secara adil dan berkualitas.
“ALPERKLINAS berharap pemerintah terus konsisten memperluas jaringan, memperkuat transmisi dan distribusi, serta memastikan layanan listrik yang aman dan andal bagi konsumen di seluruh pelosok negeri,” pungkasnya.
[Redaktur: Mega Puspita]