KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menilai penyaluran bantuan 1.000 unit genset ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh merupakan momentum strategis untuk merancang sistem kelistrikan nasional yang lebih tahan bencana, adaptif, dan berpihak pada keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat.
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa kehadiran genset di tengah keterisolasian desa-desa terdampak telah menunjukkan betapa vitalnya listrik sebagai denyut kehidupan masyarakat.
Baca Juga:
Transmisi Brandan–Langsa Normal dan Sistem Jaringan Listrik Sumut–Aceh Terhubung, ALPERKLINAS: Pemulihan Interkoneksi Sumatera Pasca Bencana Rampung, PLN Kerahkan Tenaga Operasikan Pembangkit
“Bantuan genset ini menyelamatkan aktivitas sosial, ibadah, layanan publik, dan rasa aman warga. Namun dari sudut pandang perlindungan konsumen listrik, kita tidak boleh berhenti pada solusi sementara,” ujar Tohom, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, pengalaman Aceh harus menjadi pelajaran nasional bahwa sistem kelistrikan di wilayah rawan bencana membutuhkan desain khusus sejak awal, mulai dari perencanaan jaringan, teknologi distribusi, hingga skema pemulihan pascabencana.
“Negara perlu merancang sistem kelistrikan tahan bencana, baik secara fisik, operasional, maupun regulasi, agar masyarakat tidak berulang kali terjebak dalam siklus gelap setiap kali bencana datang,” katanya.
Baca Juga:
Waspada Banjir, Ini Tips Amankan Listrik saat Air Masuk Rumah
Ia menilai sinergi antara Kementerian ESDM, PLN, pemerintah daerah, serta aparat keamanan dalam penanganan darurat kelistrikan patut diapresiasi.
Namun ke depan, ALPERKLINAS mendorong agar sinergi tersebut ditingkatkan ke level kebijakan jangka panjang.
“Kita butuh peta jalan kelistrikan darurat nasional, termasuk standar distribusi genset, microgrid, hingga energi alternatif berbasis komunitas di daerah terpencil dan rawan bencana,” ucap Tohom.