KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menanggapi serius insiden tanah longsor yang terjadi di area proyek PLTA Pakkat milik PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN), beberapa waktu lalu.
Organisasi ini menilai peristiwa tersebut menjadi alarm penting bagi seluruh perusahaan pembangkit agar memperkuat pengelolaan kawasan, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, demi mencegah terganggunya pasokan listrik ke sistem jaringan PLN.
Baca Juga:
Dukung Timnas Indonesia di AFC Futsal Asian Cup 2026, PLN Siagakan Sistem Kelistrikan Berlapis di Indonesia Arena GBK
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa insiden seperti ini tidak boleh dipandang sekadar sebagai force majeure yang selesai dengan pelaporan administratif.
“Kawasan pembangkit itu bagian dari ekosistem penyediaan listrik nasional. Ketika kawasan tidak dikelola dengan pendekatan mitigasi risiko yang kuat, konsumenlah yang paling rentan menanggung akibatnya,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Tohom menilai pembenahan kawasan pembangkit harus menjadi prioritas strategis, bukan sebatas respons ketika insiden terjadi.
Baca Juga:
PLN UID Jawa Barat Catatkan Kinerja Positif di 2025 dengan Pertumbuhan Penjualan dan Digitalisasi Layanan
“Kita butuh budaya proactive risk management, bukan reactive crisis handling. Perusahaan pembangkit, sekecil apa pun skala proyeknya, harus memetakan potensi bencana secara komprehensif dan memperkuat infrastruktur pendukung,” katanya.
Ia juga mengungkapkan perlunya integrasi antara standar teknis pembangkit, manajemen lingkungan, hingga kesiapsiagaan darurat.
“Benahi kawasan berarti mengelola lereng, vegetasi, drainase, akses, hingga early-warning system. Semua itu bermuara pada satu hal: keandalan pasokan listrik untuk konsumen,” tegasnya.