KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO - Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menilai momentum hadirnya identitas baru PLN Electricity Services dan ulang tahun ke-14 ALPERKLINAS harus menjadi titik tekan baru dalam perbaikan layanan ketenagalistrikan nasional.
Organisasi ini menegaskan bahwa langkah transformasi PLN jangan berhenti pada perubahan nama, tetapi harus tercermin nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan di lapangan.
Baca Juga:
PLN Genjot 21 Proyek PLTS 513 MWp, ALPERKLINAS: Langkah Strategis Kurangi BBM
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menyampaikan bahwa PLN Electricity Services memiliki mandat besar untuk tampil sebagai Garda Kelistrikan yang benar-benar berdiri di sisi konsumen.
"Transformasi tanpa orientasi pada hak-hak konsumen hanya akan menjadi jargon. Konsumen kini menuntut respons cepat, transparansi tarif, dan kepastian layanan tanpa birokrasi berbelit," tegas Tohom, Senin (20/10/2025).
Menurutnya, semangat Moonshoot Thinking dan misi CARE (Customer Focused, Advanced Sustainability, Reliable, Effective) yang diusung PLN Electricity Services harus diterjemahkan dalam sistem layanan yang konkret.
Baca Juga:
Dukung Penyelenggaraan Asia-Electricity Connect 2026, ALPERKLINAS: Momentum Strategis Percepat Transisi Energi Nasional
"ALPERKLINAS akan terus mengawasi agar tagline pelayanan adaptif dan efektif itu betul-betul dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya muncul dalam presentasi korporasi," ujarnya.
Tohom menambahkan bahwa konsumen kini lebih kritis dan berhak menuntut standar layanan tingkat tinggi, sejalan dengan arah transformasi PLN 2.0.
Ia menyebut bahwa PLN Electricity Services harus menciptakan mekanisme pengaduan yang responsif dan berbasis perlindungan konsumen, bukan sekadar sistem administrasi.