“Penambahan titik SPKLU harus dibaca sebagai investasi pelayanan publik, karena semakin luas jangkauan infrastruktur pengisian daya, semakin besar pula keyakinan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan SPKLU Lounge di pusat komando PLN UP3 Parepare yang menyediakan fasilitas ruang istirahat, internet, kopi gratis, televisi, pendingin ruangan, hingga kursi pijat otomatis bagi pengguna kendaraan listrik.
Baca Juga:
Promo Tambah Daya PLN Disambut Positif, ALPERKLINAS: Layanan Kelistrikan Makin Dekat dengan Konsumen
“Konsep layanan seperti SPKLU Lounge ini menarik karena konsumen tidak hanya datang untuk mengisi daya, tetapi juga merasakan pengalaman pelayanan yang nyaman, manusiawi, dan modern,” tutur Tohom.
Menurutnya, keberadaan ultra-fast charging 180 kW yang mampu mengisi sekitar 20 kWh dalam waktu 8 hingga 10 menit menjadi bukti bahwa layanan kelistrikan untuk kendaraan listrik sudah bergerak ke arah yang lebih praktis dan kompetitif.
“Kecepatan pengisian daya menjadi salah satu kunci adopsi kendaraan listrik, karena konsumen modern membutuhkan layanan yang hemat, cepat, mudah, dan dapat diandalkan kapan saja,” katanya.
Baca Juga:
Digital Edge Gandeng PLN untuk Pasokan 1,45 GW, ALPERKLINAS: Keandalan Listrik Jadi Kunci Daya Saing
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan PLN perlu terus memperkuat standar pelayanan SPKLU, termasuk aspek pemeliharaan, keselamatan instalasi, sistem pembayaran, ketersediaan informasi lokasi, serta kualitas kemitraan dengan pihak swasta.
“Ekosistem kendaraan listrik tidak boleh hanya dibangun dari jumlah titik SPKLU, tetapi harus disertai standar layanan yang kuat agar konsumen mendapat pengalaman yang konsisten di setiap lokasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan penggunaan kendaraan listrik juga membawa manfaat langsung bagi konsumen karena biaya perjalanan dapat lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.